WakilRakyat, Gorontalo – Sebagai perwakilan rakyat daerah Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dapil Kota Gorontalo, tidak ada kata berhenti bagi seorang Adhan Dambea untuk terus memperjuangkan kepentingan masyarakat Gorontalo. Salah satu yang ia perjuangkan hingga saat ini adalah mengusulkan Peraturan Daerah baca tulis al-quran.
Menurut Adhan, Provinsi Gorontalo tepat untuk menerapkan peraturan tersebut, karena penduduk Gorontalo kurang lebih 90% mayoritas beragama islam, ditambah lagi memiliki falsafah adat yang bersendikan syara, dan syara bersendikan kitabullah.
“Saya menilai Gorontalo ini sudah tepat untuk belajar baca tulis al-quran, tak hanya umat beragama muslim, bisa saja agama lain belajar baca sesuai agama apa yang dianutnya,” Ucap Adhan Dambea kepada Wakil rakyat.co, Senin, 17/01/23 di Gedung DPRD Provinsi Gorontalo.
Lebih lanjut, Politisi kawakan ini akan terus mengusulkan Perda baca tulis al-quran, yang kemudian tidak diindahkan oleh Kementerian dalam negeri (Kemendagri) karena adanya pertimbangan politik.
” Semua orang bisa baca tulis al-quran tanpa adanya Perda, akan tetapi tujuan Perda ini adalah untuk mensejahterakan para guru ngaji,” Kata Adhan.
” Kan Kalau Perda ini kalau diterima oleh kemendagri tentunya para guru ngaji memiliki anggaran,” Ujar Mantan Walikota ini.
Sebelumnya, kata Adhan waktu dirinya menjabat Walikota diterima oleh Kementrian dan juga DPRD kota Gorontalo. Namun sangat disayangkan ketika di DPRD Provinsi Gorontalo usulan tersebut tidak diterima.
” Saya akan terus mencoba, tetap akan saya usulkan Perda baca tulis al-quran ini,” Imbuhnya.