Wakilrakyat.co, Boalemo – Hujan lebat yang mengguyur Desa Lahumbo kembali memicu banjir akibat drainase yang tak mampu menampung debit air. Air meluap dari saluran dan merendam permukiman warga hingga setinggi lutut orang dewasa di beberapa titik.
Warga menyebut, banjir ini bukan kejadian baru. Setiap kali hujan deras turun dengan durasi cukup lama, air selalu meluber dan masuk ke rumah-rumah.
“Kalau hujan deras, pasti banjir. Drainase sudah tidak sanggup lagi,” ujar Farid warga Lahumbo
Sejumlah perabot rumah tangga terpaksa dipindahkan ke tempat lebih tinggi untuk menghindari kerusakan. Akses jalan desa pun tergenang, menghambat aktivitas warga, termasuk anak sekolah dan pedagang kecil.
Drainase Tak Memadai
Masyarakat menilai kapasitas drainase sudah tidak layak. Selain ukurannya sempit, sedimentasi dan minimnya perawatan memperparah kondisi saat hujan deras mengguyur.
Warga mengaku sudah berulang kali menyampaikan keluhan ini kepada pemerintah desa hingga instansi terkait. Namun hingga kini belum ada solusi permanen yang mampu mencegah banjir berulang.
Sorotan untuk Balai Sungai dan Pemda
Warga juga menyoroti peran Balai Sungai dan Pemerintah Daerah (Pemda). Menurut mereka, setiap kali banjir terjadi, pihak balai sungai turun melakukan peninjauan. Namun setelah itu, tidak ada tindak lanjut yang jelas.
“Setiap banjir mereka datang cek lokasi. Tapi sampai sekarang belum ada perbaikan yang benar-benar menyelesaikan masalah, apalagi dulunya saluran ini tidak tertutup, sehingga kami mudah membersihkannya. Entah apa alasannya saluran ini ditutup dengan cor,” keluh Ahmad
Warga berharap Pemda bersama instansi teknis terkait segera menyusun solusi jangka panjang agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Balai Sungai maupun Pemda terkait rencana penanganan konkret di Desa Lahumbo.
Masyarakat meminta pemerintah tidak hanya hadir saat banjir terjadi, tetapi juga menghadirkan solusi nyata agar Desa Lahumbo terbebas dari banjir tahunan.








