Dua Alat Berat Diduga Milik Endi Diamankan Polsek Dulupi Saat Masuk Lokasi Tambang di Boalemo

BOALEMO – Aparat Polsek Dulupi mengamankan dua unit alat berat yang diduga milik seorang pria bernama Endi saat hendak memasuki kawasan pertambangan di Desa Tangga Barito, Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo.

Informasi yang diperoleh dari sumber di lokasi, dua alat berat tersebut diamankan aparat kepolisian di wilayah Dusun Moliliu pada saat proses mobilisasi menuju lokasi tambang.

Hingga kini, belum diketahui secara pasti legalitas maupun tujuan penggunaan alat berat tersebut di area pertambangan dimaksud.

Penahanan alat berat itu sontak belakangan menjadi sorotan berbagai pihak. Warga berharap aparat penegak hukum dapat melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terkait aktivitas yang akan dilakukan di kawasan tersebut.

Pihak kepolisian juga diharapkan memberikan penjelasan resmi terkait alasan pengamanan dua alat berat tersebut, termasuk status hukum dan proses tindak lanjut yang sedang dilakukan.

Sementara itu, Kapolsek Dulu pi saat di konfirmasi via Whatsapp menyampaikan Pihaknya akan segera menindaklanjuti informasi tersebut.

“Nanti kami tindaklanjuti dan monitor kembali, Terima kasih infonya” ujar Kapolsek.

Muksin Ajak Semua Pihak Bijak Sikapi TGR BPK dan Fokus pada Perbaikan Sistem

Wakilrakyat.co, Boalemo – Anggota DPRD Kabupaten Boalemo dari Partai Perindo, Muksin, mengajak seluruh pihak untuk menyikapi persoalan Tuntutan Ganti Rugi (TGR) hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2025 secara bijak dan proporsional.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak perlu berkembang menjadi polemik berkepanjangan yang justru dapat mengganggu hubungan kerja antara anggota DPRD dan Sekretariat Dewan. Ia menilai, temuan BPK sebaiknya dijadikan momentum untuk melakukan evaluasi dan pembenahan sistem administrasi keuangan agar lebih baik ke depan.

“Pada prinsipnya, semua pihak tentu menghormati hasil pemeriksaan BPK. Jika memang ada kekeliruan administrasi atau perbedaan penafsiran aturan, maka hal itu harus diselesaikan secara baik-baik dan sesuai mekanisme,” ujar Muksin.

Ia memahami adanya keberatan dari sejumlah anggota DPRD terkait penetapan TGR. Namun demikian, Muksin meminta agar persoalan tersebut tidak dipandang sebagai upaya menyalahkan individu tertentu, melainkan sebagai bagian dari proses pembinaan tata kelola keuangan daerah.

“Yang paling penting sekarang adalah bagaimana kita bersama-sama memperbaiki sistem. Jangan sampai persoalan ini memunculkan kesan saling menyalahkan, karena pada akhirnya tujuan kita sama, yaitu menciptakan administrasi yang tertib dan sesuai aturan,” katanya.

Muksin juga menilai bahwa perbedaan pemahaman terhadap regulasi, khususnya terkait standar biaya perjalanan dinas maupun kegiatan bimtek, memang perlu mendapat perhatian serius. Karena itu, ia mendorong adanya koordinasi lebih intensif antara pemerintah daerah, Sekretariat DPRD, dan pihak terkait agar tidak terjadi lagi perbedaan interpretasi saat pemeriksaan.

Selain itu, ia berharap ke depan seluruh aturan teknis maupun perubahan regulasi dapat disosialisasikan secara menyeluruh kepada OPD dan anggota DPRD, sehingga pelaksanaan kegiatan berjalan lebih hati-hati dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Kita semua tentu tidak ingin hal seperti ini terulang. Maka solusi terbaik adalah memperkuat pemahaman regulasi, memperbaiki mekanisme verifikasi, dan meningkatkan komunikasi antarl embaga,” tambahnya.

Muksin juga mengapresiasi sikap anggota DPRD yang tetap menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan kewajiban sesuai rekomendasi pemeriksaan. Menurutnya, langkah tersebut mencerminkan komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

Di akhir pernyataannya, Muksin mengajak semua pihak menjaga suasana tetap kondusif serta tetap fokus menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

“Jangan sampai persoalan administratif ini mengganggu semangat kita bekerja untuk rakyat. Mari kita jadikan ini sebagai evaluasi bersama demi tata kelola pemerintahan yang lebih baik,” tutupnya.

Prabowo Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo dan Beliau Sebut akan Mendorong Penuh Kesejahteraan Nelayan

Presiden Prabowo Subianto meninjau pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo, Jumat (9/5/2026). Kunjungan tersebut dilakukan setelah Prabowo menyelesaikan agenda kerjanya di wilayah perbatasan Indonesia.

Dalam kunjungan itu, Prabowo melihat langsung kondisi kawasan pesisir yang akan dikembangkan menjadi kampung nelayan modern. Program tersebut disiapkan pemerintah untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan melalui pembangunan fasilitas perikanan, perbaikan infrastruktur, dan penguatan ekonomi warga pesisir.

Masyarakat setempat menyambut kedatangan Presiden dengan antusias. Warga berharap pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dapat membuka lapangan pekerjaan baru serta meningkatkan hasil tangkapan dan pendapatan nelayan.

Pemerintah juga berencana mempercepat pembangunan fasilitas pendukung lainnya agar aktivitas ekonomi masyarakat pesisir berjalan lebih baik. Gorontalo dinilai memiliki potensi kelautan dan perikanan yang besar sehingga perlu didukung dengan pembangunan yang merata.

Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat pembangunan di wilayah pesisir dan daerah terpencil. Melalui program tersebut, pemerintah berharap kualitas hidup masyarakat nelayan dapat terus meningkat.

Sumber:

Dari Kepedulian Alumni, IKA SMP Negeri 2 Tilamuta Resmi Terbentuk

Wakilrakyat.co, Boalemo – Semangat kebersamaan dan rasa kekeluargaan mewarnai momentum bersejarah pembentukan Ikatan Alumni (IKA) SMP Negeri 2 Tilamuta yang untuk pertama kalinya resmi dibentuk, Rabu, 7 Mei 2026. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala SMP Negeri 2 Tilamuta, Mariyono Hasana, M.Pd., serta dihadiri perwakilan alumni mulai dari angkatan pertama tahun 2007 hingga angkatan ke-19 tahun 2025.

Pembentukan IKA menjadi langkah awal dalam menyatukan para alumni lintas generasi untuk memperkuat hubungan emosional, memperluas jaringan silaturahmi, sekaligus membangun kontribusi nyata bagi kemajuan almamater. Suasana hangat penuh nostalgia tampak terasa selama kegiatan berlangsung, ketika para alumni yang telah tersebar di berbagai daerah dan profesi kembali dipertemukan dalam satu forum kebersamaan.

Dalam musyawarah yang berlangsung secara terbuka dan penuh kekeluargaan, Marjunaid Alwi, SH., terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Ikatan Alumni SMP Negeri 2 Tilamuta. Kepercayaan tersebut diharapkan mampu membawa organisasi alumni menjadi lebih solid, aktif, serta memiliki peran strategis dalam mendukung perkembangan sekolah.

Kepala SMP Negeri 2 Tilamuta, Mariyono Hasana, M.Pd., mengatakan bahwa pembentukan IKA bukan sekadar menjadi wadah silaturahmi, melainkan bagian dari langkah strategis untuk memperkuat citra dan eksistensi sekolah di tengah masyarakat.

“Melalui Ikatan Alumni ini, kami berharap para alumni dapat menjadi bagian dari upaya sosialisasi sekolah kepada masyarakat. Alumni adalah bukti nyata hasil pendidikan di sekolah ini. Ketika para alumni berhasil di berbagai bidang, maka itu menjadi nilai tambah sekaligus promosi positif bagi SMP Negeri 2 Tilamuta,” ujarnya.

Menurutnya, alumni memiliki posisi penting sebagai duta sekolah yang dapat memperkenalkan berbagai prestasi, perkembangan, dan kualitas pendidikan yang dimiliki SMP Negeri 2 Tilamuta. Ia juga berharap IKA mampu menjadi jembatan komunikasi antara sekolah dan alumni dalam mendukung program pendidikan, pembinaan karakter, hingga pengembangan potensi siswa.

“Keberadaan organisasi alumni diharapkan dapat memperkuat rasa memiliki terhadap almamater, sehingga hubungan emosional antara sekolah dan alumni tetap terjaga,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua IKA terpilih, Marjunaid Alwi, SH., menyampaikan komitmennya untuk membangun organisasi alumni yang terbuka, aktif, dan mampu menjadi rumah bersama bagi seluruh alumni SMP Negeri 2 Tilamuta.

Ia menegaskan, tujuan utama pembentukan IKA tidak hanya mempererat tali silaturahmi antarangkatan, tetapi juga membangun jejaring profesional dan menghadirkan kontribusi positif bagi sekolah maupun masyarakat.

“IKA ini diharapkan menjadi wadah pemersatu alumni. Ke depan kami ingin menghadirkan berbagai kegiatan yang bermanfaat, baik untuk alumni, sekolah, maupun masyarakat luas,” katanya.

Lahirnya Ikatan Alumni SMP Negeri 2 Tilamuta menjadi bukti nyata kepedulian para alumni terhadap sekolah yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan mereka. Dengan terbentuknya organisasi ini, diharapkan solidaritas antaralumni semakin kuat serta mampu menghadirkan berbagai program positif demi kemajuan almamater di masa mendatang.

Kejari Bolmut Lakukan Penjualan Langsung Barang Rampasan, Kasi PAPBB: Sudah Berkekuatan Hukum Tetap

Bolaang Mongondow Utara — Kejaksaan Negeri (Kejari) Bolaang Mongondow Utara mulai melakukan penjualan langsung terhadap sejumlah barang rampasan negara yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht). Langkah ini merupakan bagian dari optimalisasi penyelesaian barang bukti sekaligus pemulihan aset negara dari perkara pidana.

Kepala Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (Kasi PAPBB) Kejari Bolmut, Martin, menjelaskan bahwa seluruh barang yang dijual telah melalui proses hukum dan memiliki dasar putusan pengadilan yang sah.

“Barang-barang ini merupakan rampasan negara berdasarkan putusan pengadilan yang sudah inkracht. Karena itu, kami lakukan penjualan langsung sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Martin kepada WakilRakyat.co.

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat sedikitnya tiga unit telepon genggam yang masuk dalam daftar penjualan langsung. Masing-masing berasal dari perkara pidana berbeda dengan identitas terpidana yang telah diputus pengadilan.

Barang pertama merupakan satu unit handphone merek Vivo 1904 warna biru, terkait perkara atas nama Fejri Bakari, berdasarkan Putusan Nomor 106/Pid.B/2025/PN Ktg tertanggal 14 Juli 2025.

Selanjutnya, satu unit handphone Realme C53 tipe RMX376C warna hitam, merupakan barang rampasan dari perkara Irwansyah Daimasuki alias Irong, dengan Putusan Nomor 149/Pid.Sus/2025/PN Ktg tertanggal 29 Juli 2025.

Sementara itu, satu unit handphone Oppo A54 warna biru, berasal dari perkara Abd. Rahman Arsyad, berdasarkan Putusan Nomor 303/Pid.Sus/2025/PN Ktg tertanggal 2 Desember 2025.

Seluruh barang saat ini disimpan di Gudang Barang Bukti Kejaksaan Negeri Bolaang Mongondow Utara.

Martin menegaskan, penjualan langsung dilakukan secara transparan dan sesuai prosedur, guna menghindari penumpukan barang bukti serta menjaga nilai ekonomis barang.

“Kalau dibiarkan terlalu lama, nilai barang bisa turun. Maka mekanisme penjualan langsung ini menjadi solusi agar lebih efektif dan tetap akuntabel,” tegasnya.

Ia juga memastikan bahwa proses ini terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan, baik dari sisi administrasi maupun hukum.

Bagi masyarakat yang berminat mengikuti penjualan langsung ini dipersilakan hadir secara langsung di Kantor Kejaksaan Negeri Bolaang Mongondow Utara pada hari Senin, 4 Mei 2026 dengan membawa tanda pengenal berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai syarat administrasi.

Langkah Kejari Bolaang Mongondow Utara ini menjadi bagian dari upaya penegakan hukum yang tidak hanya berorientasi pada pemidanaan, tetapi juga pemulihan kerugian negara melalui penyelesaian barang bukti hasil tindak pidana.

Membela yang Disudutkan: Yosar, Narasi Lama, dan Kepentingan yang Berulang

Oleh: Ahmad R Bakari (Pimred Wakilrakyat.co)

Di tengah riuh konflik tambang di Pohuwato, satu pola lama kembali dimainkan: menyerang figur, menggiring opini, lalu mengaburkan substansi. Kali ini, sasarannya adalah Yosar Ruaiba.

Rekam jejak lama diangkat, isu lama dihidupkan kembali, dan tudingan dilontarkan seolah-olah itu adalah kebenaran mutlak. Tujuannya jelas! melemahkan gerakan, meruntuhkan kepercayaan publik, dan pada akhirnya membungkam suara yang mulai tidak nyaman bagi sebagian pihak.

Namun publik harus jernih melihat dalam konflik tambang, serangan personal seringkali bukan tentang moralitas melainkan tentang perebutan pengaruh.

Apakah benar Yosar sedang “bermain”? Ataukah ia justru sedang berdiri di garis yang berseberangan dengan kepentingan tertentu, sehingga harus dijatuhkan dengan cara paling mudah, membunuh karakter?

Jika kita jujur, pertanyaan yang lebih penting bukanlah siapa Yosar, tapi apa yang sedang diperjuangkan.

Dan yang terlihat di lapangan, suara yang muncul termasuk dari kelompok seperti Bara API adalah suara kegelisahan penambang rakyat. Tentang tekanan, kriminalisasi, dan ketidakpastian hidup.

Menyerang Yosar tanpa membahas substansi sama saja dengan mengalihkan perhatian dari masalah utama.

Standar Ganda yang Terang Benderang

Di sisi lain, publik juga menyaksikan ketimpangan yang sulit dibantah. Aktivitas penambang rakyat terus menjadi sorotan, bahkan penindakan. Sementara operasi skala besar oleh perusahaan seperti PT Merdeka Copper Gold yang melibatkan pengerukan massif hingga pengeboman justru tidak mendapatkan tekanan yang sebanding.

Jika isu lingkungan dijadikan alasan, maka logikanya harus berlaku sama. Jika hukum ditegakkan, maka tidak boleh ada yang kebal.

Di sinilah kritik terhadap Yosar menjadi terasa janggal. Mengapa fokus diarahkan pada individu, sementara struktur besar yang jauh lebih berdampak justru relatif aman dari sorotan?

Pembelaan yang Berdasar

Membela Yosar bukan berarti menutup mata terhadap masa lalu. Tapi keadilan tidak boleh berdiri di atas stigma.

Jika setiap orang terus dihakimi oleh masa lalu tanpa ruang untuk berubah, maka tidak akan pernah ada ruang bagi siapa pun untuk berdiri di sisi yang benar hari ini.

Yang harus diuji adalah sikapnya sekarang, Apakah ia memperjuangkan legalitas bagi penambang? Apakah ia mendorong solusi seperti IPR? Apakah ia berdiri bersama masyarakat atau justru mengambil keuntungan sepihak?

Jika jawabannya berpihak pada rakyat, maka serangan yang datang patut dipertanyakan motifnya.

Apa yang Seharusnya Dilakukan Penambang?

Alih-alih terpecah oleh isu dan propaganda, penambang rakyat justru perlu memperkuat posisi mereka dengan langkah nyata:

  1. Konsolidasi dan Bersatu
    Jangan mudah diadu domba oleh isu personal. Fokus pada kepentingan bersama, legalitas dan keberlangsungan hidup.
  2. Dorong Izin Pertambangan Rakyat (IPR)
    Perjuangan harus diarahkan ke jalur resmi. Legalitas adalah kunci agar penambang tidak terus berada dalam posisi rentan.
  3. Bangun Transparansi Internal
    Gerakan harus bersih dari kepentingan tersembunyi. Ini penting agar kepercayaan publik tidak mudah digoyang oleh isu seperti yang diarahkan ke Yosar.
  4. Tuntut Keadilan yang Setara
    Jika penambang ditertibkan, maka perusahaan besar juga harus diawasi dengan standar yang sama—termasuk PT Merdeka Copper Gold.
  5. Buka Ruang Dialog, Bukan Konflik
    Pemerintah, aparat, dan penambang harus duduk bersama. Tanpa itu, konflik hanya akan terus berulang.

Membela Yosar Ruaiba hari ini bukan sekadar soal individu. Ini tentang menolak cara-cara lama dalam membungkam gerakan rakyat: menyerang orangnya, bukan menjawab persoalannya.

Jika ada yang salah, uji dengan fakta, bukan opini yang digiring.

Dan jika ada yang benar-benar sedang berjuang untuk rakyat, maka sudah seharusnya ia tidak dijatuhkan hanya karena masa lalu atau karena kepentingan yang terusik.

Pohuwato tidak butuh lebih banyak kambing hitam.
Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk berdiri di sisi yang benar, meski harus melawan arus.

Aldy Ibura: Hentikan Aktivitas, Kami Menyayangkan Ujaran Kebencian Dan Fitnah Oleh Aktivis!

Sebagai masyarakat Gorontalo, kami menyesal dan sangat menyayangkan ujaran kebencian yang disampaikan oleh beberapa orang yang mengaku dirinya sebagai aktivis, alih-alih memperjuangkan hak-hak rakyat kecil seperti kami.

Yang kami dapati malah sebaliknya, makian, fitnah bahkan ancaman yang berujung pada negosiasi meminta hasil tambang kami, dengan alasan untuk supaya tidak diributkan atau dalam kata lain meminta diamankan (tutup mulut).

Ironinya, saya pribadi ingin menanyakan apa yang sebenarnya diperjuangkan oleh sebagian aktivis yang berkoar-koar hari ini dengan petantang petenteng mebawa-bawa nama rakyat, rakyat mana yang sebenarnya sedang diperjuangkan?

Kami dikatakan merusak lingkungan, Toh kami menambang, setelah itu kami tutup kembali kubangan-kubangan yang kami gali.

Saya ingin bertanya kepada seluruh yang membaca tulisan ini! lebih besar mana daya rusaknya ketimbang perusahan tambang PT. Merdeka Coper Gold? Gunung-gunung di keruk, bahkan sampai diledakkan, dan yang menjadi kambing hitam yakni rakyat yang coba bertahan hidup demi sesuap nasi!.

Diusir, dikriminalisasi dengan dalih ada tali asih yang sampai dengan hari ini tidak jelas peruntukannya. Kami rasa hal ini bertentangan dengan UUD 1945 Pasal 33 ayat 3. Bahwa Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Saya meyakini, hal ini dirasakan juga oleh teman-teman penambang lainnya, bukan soal berani dan tidak untuk berbicara terus terang soal kondisi ini. Tapi ada nasib keluarga yang menjadi tanggung jawab, bagaimana dapur kami tetap berasap, anak dan Istri bisa makan dan bertahan hidup.

Pada hari ini saya memutuskan untuk memberhentikan aktivitas, keputusan berat untuk dijalankan karena di kelompok saya pribadi ada kurang lebih 83 Kepala keluarga yang menggantungkan hidupnya di tambang.

Teruntuk Kapolda Gorontalo dan Gubernur terima kasih karna tidak mudah terprovokasi dengan narasi tantang menantang yang dilantunkan seperti ayat-ayat suci.

Kepada bapak kapolda khusunya, kami masyarakat Gorontalo mengajak Kapolda untuk menetap tinggal di Gorontalo setelah pensiun nanti, dan rasakan bagaimana susahnya hidup di Gorontalo.

Dengan lapangan pekerjaan yang minim, gaji yang sangat rendah, kondisi ekonomi yang tak jelas arahnya bagaimana rakyat bisa hidup.

Sebagai masyarakat yang taat hukum kami saat ini mengupayakan dengan keras mengurusi Ijin Pertambangan Rakyat (IPR) dengan mengharapkan pemerintah tidak menutup mata, agar tidak ada lagi teman-teman kami ditangkap dan dipenjarakan.

Usai Menang lawan Getafe, Barcelona Bisa Juara La Liga Lebih Cepat Jika Madrid Gagal Menang lagi atas Espanyol

Gorontalo, Indonesia — FC Barcelona berpeluang mengunci gelar La Liga lebih cepat. Dilansir dari Mundo Deportivo, Barcelona bisa menjadi juara hanya dengan satu laga lagi jika Real Madrid gagal menang saat menghadapi RCD Espanyol.

Situasi klasemen saat ini sangat menguntungkan Barcelona. Tim asuhan Hansi Flick terus menjaga jarak aman di puncak setelah meraih hasil positif dalam beberapa pertandingan terakhir.

Sementara itu, Real Madrid justru kehilangan poin penting yang membuat peluang mereka semakin menipis. Karena itu, laga melawan Espanyol menjadi pertandingan wajib menang bagi Los Blancos.

Jika Madrid kalah, Barcelona hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk memastikan gelar juara. Kondisi ini membuat tekanan kini berada di kubu Madrid yang tidak boleh kembali terpeleset.

Di sisi lain, Barcelona tinggal menjaga konsistensi pada sisa pertandingan. Dengan keunggulan poin yang ada, Blaugrana berada di jalur terbaik untuk menutup musim sebagai juara La Liga.

Persaingan kini memasuki fase penentuan. Satu hasil buruk Madrid bisa menjadi penanda berakhirnya perebutan gelar musim ini.

Sudah Jatuh Tertimpa Tangga : Kylian Mbappe Cidera di saat Real Madrid masih mengejar Barcelona untuk berburu Laliga

Gorontalo, Indonesia — Kylian Mbappé mengalami cedera hamstring saat membela Real Madrid dalam laga melawan Real Betis. Insiden ini menjadi kabar buruk bagi Madrid menjelang akhir musim.

Dilansir ESPN, Mbappe meminta diganti setelah merasakan ketidaknyamanan pada bagian belakang paha. Tim medis klub kemudian langsung melakukan pemeriksaan awal untuk mengetahui tingkat cedera yang dialami.

Pelatih Madrid menyebut kondisi sang pemain masih akan dipantau lebih lanjut. Klub kini menunggu hasil pemeriksaan lengkap sebelum menentukan langkah selanjutnya.

Dalam pertandingan tersebut, Real Madrid hanya mampu bermain imbang 1-1. Dilansir Reuters, hasil itu membuat Madrid kehilangan poin penting sekaligus terancam tanpa striker utama mereka.

Cedera ini menjadi perhatian besar karena Mbappe merupakan andalan di lini depan. Sepanjang musim, ia berperan penting lewat gol dan kontribusi serangan.

Jika harus absen dalam beberapa laga ke depan, Real Madrid diperkirakan akan menghadapi tekanan besar dalam persaingan gelar.

Lagi, Real Madrid Gagal Menang, Ditahan Real Betis 1-1 di La Cartuja

Gorontalo, Indonesia — Real Madrid harus puas berbagi poin setelah ditahan imbang 1-1 oleh Real Betis pada pekan ke-32 Liga Spanyol musim 2025/2026. Laga yang berlangsung sengit ini digelar di Estadio de la Cartuja, Sabtu dini hari WIB.

Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi. Madrid langsung menekan sejak awal dan menciptakan beberapa peluang berbahaya. Vinícius Júnior menjadi motor serangan dengan beberapa umpan yang merepotkan lini belakang Betis.

Peluang emas sempat didapat Kylian Mbappé pada menit ke-13 setelah menerima umpan panjang dari Trent Alexander-Arnold. Namun, penyelesaian akhirnya masih melebar tipis.

Madrid akhirnya membuka keunggulan pada menit ke-17. Vinícius berhasil memanfaatkan bola muntah dari tembakan keras Federico Valverde dan membawa tim tamu unggul 1-0.

Memasuki akhir babak pertama, Betis mulai bangkit. Antony sempat mengancam, tetapi kiper Andriy Lunin tampil sigap menjaga keunggulan Madrid hingga turun minum.

Di babak kedua, Madrid sempat mencetak gol melalui Mbappé pada menit ke-53. Namun, gol tersebut dianulir karena offside. Betis kemudian meningkatkan intensitas serangan dan terus menekan pertahanan Madrid.

Meski Madrid masih menciptakan beberapa peluang, pertahanan Betis dan penampilan solid kiper Álvaro Valles membuat skor tetap bertahan.

Drama terjadi di penghujung laga. Pada menit 90+4, Héctor Bellerín berhasil mencetak gol penyeimbang setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang. Gol tersebut memastikan pertandingan berakhir imbang 1-1.

Hasil ini menjadi kerugian bagi Real Madrid dalam perburuan gelar. Tambahan satu poin membuat mereka gagal memangkas jarak dari pemuncak klasemen. Sementara itu, Real Betis tetap menjaga posisinya di papan atas setelah meraih poin penting dari laga ini.