BOALEMO – Rema Muda Desa Hungayonaa berkolaborasi dengan mahasiswa KKD UMGO menggelar rangkaian kegiatan Semarak Ramadan 1447 Hijriah di Dusun IV Kampung Baru, Desa Hungayonaa, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo. Kegiatan tersebut mengusung tema “Merawat Kerukunan, Menebar Kedamaian dalam Menjemput Berkahnya Ramadan.”

Panitia menyelenggarakan kegiatan ini untuk menumbuhkan generasi muda yang berjiwa Islami, berakhlakul karimah, serta mampu menjadi pelopor persatuan di tengah masyarakat.

Panitia mengisi kegiatan Ramadan tersebut dengan berbagai perlombaan bernuansa Islami, seperti lomba adzan, lomba busana muslim, lomba qasidah, dan lomba sambung ayat Al-Qur’an.

Melalui lomba adzan, panitia melatih keberanian serta kemampuan peserta dalam melafalkan adzan dengan makhraj dan tajwid yang tepat. Sementara itu, lomba busana muslim mendorong generasi muda menanamkan nilai kesopanan serta memperkuat identitas Islami dalam berpenampilan.

Panitia juga menghadirkan lomba qasidah yang menambah nuansa religius melalui lantunan pujian kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. Adapun lomba sambung ayat Al-Qur’an menguji kecintaan serta kedekatan para peserta terhadap Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam.

Ketua panitia dari Rema Muda Desa Hungayonaa mengatakan kolaborasi dengan mahasiswa KKD UMGO menjadi bentuk sinergi antara pemuda desa dan kalangan akademisi dalam menghidupkan suasana Ramadan yang lebih bermakna.

Ia menegaskan kegiatan tersebut bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi media pembinaan mental dan spiritual bagi generasi muda agar tumbuh sebagai pribadi yang religius, toleran, serta cinta damai.

Penjabat Kepala Desa Hungayonaa dalam sambutannya mengapresiasi inisiatif Rema Muda dan mahasiswa KKD UMGO yang menghadirkan ruang pembinaan keagamaan bagi anak-anak dan remaja di desa tersebut.

Menurutnya, tema yang diangkat dalam kegiatan itu sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.

“Merawat kerukunan dan menebar kedamaian merupakan tanggung jawab bersama. Saya berharap melalui kegiatan ini lahir generasi Hungayonaa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan berjiwa Islam,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan momentum Ramadan untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat solidaritas sosial, serta menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Pemerintah desa, lanjutnya, akan terus mendukung berbagai kegiatan positif yang berorientasi pada pembinaan karakter generasi muda.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Boalemo melalui Bidang Kebudayaan juga berencana menggelar Festival Beduk Sahur tingkat kabupaten yang akan dipusatkan di Alun-Alun Boalemo dalam waktu dekat.

Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, menyampaikan rencana tersebut saat membuka rangkaian kegiatan Semarak Ramadan di Desa Hungayonaa.

Menurut Lahmuddin, festival tersebut akan digelar bekerja sama dengan Badan Pelestarian Kebudayaan (BPK) XVII, di mana Kabupaten Boalemo menjadi salah satu daerah pelaksana kolaborasi tersebut.

Ia berharap Festival Beduk Sahur dapat menjadi ajang pelestarian tradisi sekaligus memperkuat nilai kebersamaan masyarakat selama bulan suci Ramadan. Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi ruang ekspresi seni dan budaya Islami serta memberikan hiburan positif bagi masyarakat.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, pemuda, dan mahasiswa, kegiatan Semarak Ramadan di Desa Hungayonaa diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi gerakan moral untuk membangun generasi Qur’ani yang cinta damai, menjaga kerukunan, serta terus menebar kebaikan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *