Politik

Gawat, Imbas Konflik Iran–Israel Harga BBM di Singapura dan Malaysia Melonjak, Bagaimana dengan Indonesia?

5
×

Gawat, Imbas Konflik Iran–Israel Harga BBM di Singapura dan Malaysia Melonjak, Bagaimana dengan Indonesia?

Sebarkan artikel ini
Asap mengepul akibat serangan Israel yang terlihat dari Hadath di Beirut bagian selatan, Lebanon 19 Oktober 2024. REUTERS/Mohamed Azakir

Gorontalo, Indonesia — Eskalasi konflik antara Iran dan Israel mulai memberi tekanan signifikan terhadap pasar energi global. Ketegangan di kawasan Timur Tengah memicu kekhawatiran terganggunya pasokan minyak dunia, yang kemudian berdampak pada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di berbagai negara.

Dampak tersebut terlihat jelas di Singapura. Harga bensin kini berada pada kisaran Rp53.000 hingga Rp58.000 per liter, sedangkan diesel berkisar Rp44.000 hingga Rp47.000 per liter. Kenaikan ini terjadi karena Singapura menerapkan mekanisme pasar tanpa subsidi, sehingga pergerakan harga BBM sangat bergantung pada dinamika global.

Di sisi lain, Malaysia juga mengalami kenaikan harga, meskipun relatif lebih terkendali. Hal ini disebabkan adanya kebijakan subsidi pemerintah. Harga BBM jenis RON 95 berada di kisaran Rp7.000 hingga Rp8.000 per liter, sementara RON 97 sebagai BBM non-subsidi mencapai sekitar Rp15.000 hingga Rp16.000 per liter.

Kenaikan harga BBM di kedua negara tersebut mulai berdampak pada sektor transportasi dan aktivitas ekonomi masyarakat. Biaya operasional meningkat, terutama bagi pekerja yang bergantung pada kendaraan, sehingga berpotensi menekan pendapatan harian.

Berbeda dengan kondisi tersebut, Indonesia masih mampu menjaga stabilitas harga BBM melalui kebijakan subsidi dan pengendalian harga. Langkah ini bertujuan melindungi daya beli masyarakat agar tidak terdampak langsung oleh gejolak energi global.

Namun demikian, tekanan dari pasar internasional tetap menjadi tantangan. Jika konflik berlangsung lebih lama dan harga minyak dunia terus meningkat, beban subsidi berpotensi bertambah. Dalam situasi ini, pemerintah perlu menjaga keseimbangan antara stabilitas harga di dalam negeri dan ketahanan fiskal agar ekonomi tetap terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *