Gorontalo, Indonesia — Pola tidur yang tidak teratur semakin menjadi masalah kesehatan di tengah gaya hidup modern. Kurangnya waktu tidur dan kebiasaan begadang dapat memicu berbagai gangguan seperti Insomnia serta menurunkan daya tahan tubuh.
Tenaga medis menjelaskan bahwa tidur memiliki peran penting dalam proses pemulihan tubuh dan fungsi otak. Ketika kualitas tidur terganggu, tubuh menjadi lebih mudah lelah, sulit berkonsentrasi, dan rentan terhadap stres. Dalam jangka panjang, kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko penyakit kronis seperti gangguan jantung dan metabolisme.
Selain penggunaan perangkat digital berlebihan, konsumsi kafein di malam hari dan tekanan pikiran menjadi faktor utama yang memengaruhi kualitas tidur masyarakat. Banyak individu yang tanpa disadari mengalami gangguan tidur ringan yang berdampak pada produktivitas sehari-hari.
Dokter menyarankan masyarakat untuk menjaga rutinitas tidur yang konsisten, mengurangi paparan layar sebelum tidur, serta menciptakan lingkungan istirahat yang nyaman guna meningkatkan kualitas tidur dan kesehatan secara keseluruhan.












