Gorontalo — Gempa bumi magnitudo 7,6 mengguncang wilayah tenggara Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis pagi (2/4/2026). Guncangan ini sempat memicu kekhawatiran tsunami, namun dipastikan tidak menimbulkan gelombang berbahaya.
Wakapolda Sulawesi Utara, Awi Setiyono, menyampaikan bahwa potensi tsunami hanya berlangsung dalam waktu singkat setelah gempa terjadi. Kondisi saat ini dinyatakan aman.
Ia menjelaskan, potensi tsunami terjadi sekitar 20 menit setelah gempa. Dalam periode tersebut, ketinggian air laut tercatat hanya sekitar 0,2 meter dan tidak berdampak signifikan bagi wilayah pesisir.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami berdasarkan analisis awal. Peringatan ini bertujuan untuk mengantisipasi risiko di wilayah pesisir.
Gempa terjadi pada pukul 05.48 WIB. Pusat gempa berada di laut, sekitar 129 kilometer tenggara Bitung, dengan kedalaman 62 kilometer.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG serta pihak berwenang.








