Gorontalo, Indonesia — FC Barcelona resmi melayangkan protes kepada UEFA setelah pertandingan melawan Atlético Madrid di Liga Champions. Protes ini berkaitan dengan sejumlah keputusan wasit yang dinilai merugikan.
Barcelona menyoroti insiden yang melibatkan Fermín López. Gelandang muda tersebut diduga dilanggar di dalam kotak penalti, namun wasit tidak memberikan hadiah penalti. Keputusan ini menjadi salah satu poin utama keberatan dari pihak klub.
Selain itu, Pedri juga menjadi korban tekel keras dari pemain Atletico. Meski insiden tersebut dinilai berbahaya, wasit tidak mengeluarkan kartu, yang kemudian dipertanyakan oleh Barcelona.
Barcelona juga menyoroti keputusan VAR yang menganulir gol dari Ferran Torres. Klub menilai proses peninjauan tidak transparan dan menimbulkan keraguan terhadap keputusan akhir.
Rangkaian keputusan tersebut dianggap menunjukkan inkonsistensi dalam kepemimpinan wasit. Barcelona menilai hal ini berdampak langsung pada jalannya pertandingan.
Melalui protes resmi ini, Barcelona meminta UEFA melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja wasit. Klub berharap kejadian serupa tidak terulang dalam pertandingan penting di masa mendatang.












