Gorontalo, Indonesia — Pemerintah Italia secara tegas menolak wacana yang dikaitkan dengan Donald Trump terkait kemungkinan menggantikan Tim nasional sepak bola Iran di Piala Dunia 2026.
Usulan tersebut disebut muncul dari lingkaran dekat Trump, yang mendorong agar Italia tetap tampil meski gagal lolos kualifikasi. Namun, respons dari pemerintah Italia langsung menutup peluang tersebut.
Dilansir dari berbagai sumber internasional, Menteri Olahraga Italia Andrea Abodi menegaskan bahwa gagasan tersebut tidak pantas. Ia menyatakan bahwa tiket Piala Dunia harus diraih melalui hasil di lapangan, bukan melalui keputusan politik.
Penolakan juga datang dari sejumlah pejabat olahraga lainnya. Mereka menilai ide menggantikan Iran sebagai sesuatu yang tidak etis dan bertentangan dengan prinsip sportivitas. Bahkan, usulan tersebut disebut sebagai hal yang tidak layak dalam dunia sepak bola profesional.
Di sisi lain, Iran masih berstatus sebagai peserta resmi setelah lolos kualifikasi. Belum ada keputusan yang menunjukkan bahwa Iran akan mundur dari Piala Dunia 2026.
Secara aturan, jika suatu tim mengundurkan diri, penggantinya biasanya berasal dari konfederasi yang sama. Hal ini membuat peluang negara di luar Asia, termasuk Italia, hampir tidak mungkin dipertimbangkan.
Situasi ini kembali menegaskan bahwa sepak bola internasional tetap berpegang pada prinsip merit. Tanpa pencapaian di kualifikasi, sebuah tim tidak bisa masuk ke Piala Dunia melalui jalur non-teknis.












